Jejak Semar dalam wayang Purwa

Salah satu tokoh wayang yang paling banyak digemari dalam masyarakat Jawa adalah Semar . Dalam mitologi Jawa, semar adalah seorang pemimpin yang sering dipuja karena keberhasilannya dalam memajukan bangsa. Tokoh ini banyak dijadikan sebagai simbol seorang pemimpin yang ideal, yang memiliki sifat rendah hati, suka menolong sesama, tidak serakah, melakukan tapa , mengurangi makan dan tidur, dan laku lainnya.
Hal ini menarik karena sifat-sifat manusia dalam mitologi Jawa sering kali disimbolkan dengan sifat dan watak dari tokoh-tokoh dalam dunia pewayangan, bahwa apa yang terjadi di dunia pewayangan akan terjadi pula di dunia nyata ini, seolah apa yang dilakonkan dalam cerita wayang, menggambarkan keadaan yang nyata baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi.

Continue reading

Lorong waktu, kita tak akan pernah kembali pada waktu yang sudah terlewat

Belajar hidup sotoy ala Petruk

“Sotoy lo” sering dong denger umpatan gtu ! kalau Otoy pernah denger juga dong ? bagi yang suka baca komik sih pastinya tahu, tapi kalau saya sendiri kenal tokoh Otoy  itu dari Koran harian terbitan Ibukota yang biasanya iklannya berjibun sampai beberapa halaman, terutama iklan lowongan pekerjaan, tokoh Si Otoy ini biasanya ada di halaman bergambar yang terbit bersama tokoh Doyok.

Buat saya sendiri tokoh Otoy cukup mewakili kebanyakan pemuda indonesia yang selama ini galau pada kondisi yang dihadapi. Keluar masuk kantor menawarkan nama, namun selalu ditolak dan akhirnya menjadi pengangguran produktif, dengan melakukan apapun yang penting bisa mendapatkan sekepeng rupiah. Continue reading

Jagoan Indonesia Sumber foto skylarcomic

Seandainya jagoan Indonesia jadi “The Jawara”

Udara Jakarta siang itu terasa panas, disalah satu sudut kota seorang  anak bertubuh subur dengan lesu menyusuri jalanan setapak hendak pulang setelah lelah menjajakan koran, ditangannya masih ada beberapa eksemplar koran yang belum terjual.

Rama Superman Indonesia

Rama Superman Indonesia

Tiba tiba dia mendengar  seseorang merintih kesakitan, dicarinya sumber suara tersebut. Diihatnya seorang kakek sedang terbaring lemah diatas rerumputan. Dengan sigap dan penuh rasa belas kasih, Andi si penjual koran tersebut menggelar sisa koran dagangannya menjadi alas si kakek. Melihat kondisi kakek yang  lemas tersebut, kemudian Andi berlari mencari makanan untuk diberikan kepada si Kakek.   Continue reading